Wirausahawan
dan Konsep 5D
1.
DEFINISI
WIRAUSAHA DAN KEWIRAUSAHAAN
Wirausaha adalah orang yang
mengambil resiko dengan jalan membeli barang sekarang dan menjual kemudian
dengan harga yang tidak pasti (Cantillon).
Wirausaha adalah orang yang
memindahkan sumber-sumber ekonomi dari daerah dengan produktivitas rendah ke
daerah dengan produktivitas dan hasil lebih tinggi (J.B Say).
Wirausaha adalah orang yang
menciptakan cara baru dalam mengorga-nisasikan proses produksi (Schumpeter).
Tugas Wirausaha adalah melakukan
sesuatu dengan cara yang berbeda, bukan hanya sekadar dengan cara yang lebih
baik.
2. KARAKTERISTIK PRIBADI WIRAUSAHA
David McCleland mengindikasikan ada korelasi positif antara tingkah laku
orang yang memiliki motif prestasi tinggi dengan tingkah laku wirausaha.
Karakteristik orang-orang yang
mempunyai motif prestasi tinggi adalah:
·
Memilih resiko “moderate”.
Dalam tindakannya dia memilih melaku-kan sesuatu yang ada tantangannya, namun
dengan cukup kemung-kinan untuk berhasil.
·
Mengambil tanggung jawab pribadi
atas perbuatan-perbuatannya. Artinya kecil sekali kecenderungan untuk mencari “kambing
hitam” atas kegagalan atau kesalahan yang dilakukannya.
·
Mencari umpan balik (feed back)
tentang perbuatan-perbuatannya.
·
Berusaha melakukan sesuatu dengan
cara-cara baru.
Upaya untuk mengungkapkan
karakteristik utama wirausaha juga dila-kukan oleh para ahli dengan menggunakan
teori letak kendali (locus of control) yang dikemukakan oleh J.B.
Rotter. Teori letak kendali menggam-barkan bagaimana meletakkan sebab dari
suatu kejadian dalam hidup-nya. Apakah sebab kejadian tersebut oleh faktor
dalam dirinya dan dalam lingkup kendalinya atau faktor diluar kendalinya.
Dua kategori letak kendali menurut
Rotter yaitu:
·
Internal
Orang
yang beranggapan bahwa dirinya mempunyai kendali atas apa yang akan dicapainya.
Karakteristik ini sejalan dengan karakteristik wirausaha seperti lebih cepat
mau menerima pembaharuan (inovasi).
·
Eksternal
Orang
yang beranggapan keberhasilan tidak semata tergantung pada usaha seseorang,
melainkan juga oleh keberuntungan, nasib, atau keter-gantungan pada pihak lain,
karena adanya kekuatan besar disekeliling seseorang.
Management Systems International
menyebutkan karakteristik pribadi wirausaha (personal entrepreneurial
characteristics) sebagai berikut:
- Mencari peluang
- Keuletan
- Tanggungjawab terhadap pekerjaan
- Tuntutan atas kualitas dan efisiensi
- Pengambilan resiko
- Menetapkan sasaran
- Mencari informasi
- Perencanaan yang sistematis dan pengawasannya
- Persuasi dan jejaring/koneksi
- Percaya diri
3. PERAN WIRAUSAHA BAGI LINGKUNGANNYA
- Inovator
- Mengambil dan memperhitungkan resiko
- Mencari peluang dan memanfaatkannya
- Menciptakan organisasi baru
4. MITOS DALAM KEWIRAUSAHAAN
·
Wirausaha adalah pengambil resiko
besar.
·
Wirausaha adalah pemilik usaha,
bukan pegawai.
·
Inovasi hanya di perusahaan kecil.
·
Inovasi adalah gagasan besar.
·
Wirausaha adalah pencetus gagasan
saja.
·
Wirausaha menyediakan sarananya
termasuk modal sendiri.
·
Inovasi datang mencuat bagai kilat
dari seorang genius.
·
Wirausaha dilahirkan dan
kewirausahaan tidak dapat dilatihkan.
5.
MOTIVASI
BERWIRAUSAHA
a)
N’Ach,
Wirausaha yang memiliki motivasi selalu ingin berprestasi/
meraih yang terbaik, umumnya memiliki ciri-ciri :
- Ingin mengatasi sendiri kesulitan-kesuliatan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
- Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk dapat mengukur keberhasilan atau kegagalan
- Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi
- Berani menghadapi resiko dengan penuh tantangan
- Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang.
b)
N’Pow
Hasrat untuk mempengaruhi, mengendalikan dan menguasai
oranglain. Ciri umumnya adalah :
- Senang bersaing
- Berorientasi pada status
- Menguasai orang lain.
c)
N’Aff
Hasrat untuk dapat diterima dan disukai oleh orang lain.
Wirausaha yang berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan, bekerjasama
daripada persaingan dan saling pengertian.
6. HASRAT BERWIRAUSAHA
Mengapa orang berhasrat untuk
berwirausaha ?
(Steinhoff & Burgess (1993:6)
(Steinhoff & Burgess (1993:6)
- The desire for higher income
- The desire for a more satisfying career
- The desire to be self directed
- The desire for the prestige that comes to being a business owner
- The desire to run with a new idea or concept
- The desire to build long term wealth
- The desire to make a contribution to humanity or to a specific cause
Menurut Wirasasmita (1994), orang
berhasrat untuk berwirausaha karena :
·
Alasan
Keuangan, yaitu mencari nafkah, untuk
menjadi kaya, untuk mencari pendapatan tambahan, sebagai jaminan stabilitas
keuangan.
·
Alasan
Sosial, yaitu memperoleh gengsi/status,
untuk dapat dikenal dan dihormati, utnuk menjadi panutan, agar dapat bertemu
dengan orang banyak.
·
Alasan
Pelayanan, yaitu memberi pekerjaan kepada
masyarakat, membantu anak yatim, membahagiakan orang tua, demi masa depan keluarga
·
Alasan
pemenuhan diri, yaitu menjadi atasan/ mandiri,
untuk mencapai sesuatu yang diinginkan, untuk menghindari ketergantungan pada
orang lain, untuk menjadi produktif dan untuk menggunakan kemampuan pribadi
7. INOVASI
Inovasi dipengaruhi oleh ;
I.
Faktor Internal seperti locus
of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman.
II.
Faktor ekternal/lingkungan seperti
model peran, aktivitas, peluang,organisasi, keluarga
-Strategi
Menciptakan Inovasi sbb:
- Menciptakan manfaat
- Meningkatkan nilai inovasi
- Beradaptasi dengan lingkungan sosial ekonomi pelanggan
- Menyajikan apa yang dianggap bernilai dari pelanggan
·
Mulai dari yang kecil
·
Mulai dari diri sendiri
·
Mulai saat ini juga
-Konsep 5D (Robert T.Kiyosaki)
- Dream
- Data
- Drive
- Dedication
- Do-It
- + Doa dan Tawakal
Kenapa usaha kecil sering gagal?
Kesalahan dalam :
- Pengelolaan uang
- Pengelolaan usaha dan manajemen
- Kompetensi
- Kredit perbankan
- Membidik pasar
- Administrasi usaha dan hokum
- rahasia
menjadi enterprener
- Berani mengambil resiko terbesar
- Meminimumkan mimpi-mimpi besar
- Hargai pelanggan lebih tinggi
- Pelihara anak buah anda
- Dalam kondisi susah, mampu bertahan
- Percaya pada diri sendiri
- Punya gairah dan semangat untuk maju
8. ATRIBUT KRETIVITAS
Karakteristik orang yang kreatif
terdiri dari beberapa atribut seperti:
·
Terbuka dengan pengalaman.
·
Observasi – melihat sesuatu hal
dengan sudut pandang lain.
·
Memiliki rasa penasaran tinggi.
·
Mau menerima dan mempertimbangkan
pendapat berbeda.
·
Indepen dalam mengambil keputusan,
pikiran dan tindakan.
·
Percaya diri.
·
Mau mengambil resiko terhitung.
·
Sensitif terhadap masalah.
·
Fleksibel
·
Responsif pada pemikiran.
·
Motivasi tinggi.
·
Kemampuan untuk konsentrasi.
·
Selektif
·
Bebas dari rasa takut dan gagal.
·
Memiliki daya pikir imajinasi yang
baik.
9. HUBUNGAN KREATIVITAS DENGAN KEWIRAUSAHAAN
Hubungan kreativitas dengan
kewirausahaan sangat erat dan terka-dang overlap walaupun tidak sama
diantara keduanya
Hubungan antara kreativitas dengan
kewirausahaan dibedakan atas 4 kategori:
- Kategori 1
Perusahaan dengan kreativitas tinggi tetapi sedikit dalam
penggunaan konsep kewirausahaan seperti Manajemen artis yang harus menam-pilkan
artis berbeda dengan sebelumnya dalam beberapa hal seperti penampilan tetapi
hanya bergerak dalam bidang hiburan dimana artis tersebut terlibat.
- Kategori 2
Perusahaan dengan kreativitas rendah tetapi memakai banyak
konsep kewirausahaan yaitu perusahaan franchising fast food seperti Mc-Donald’s
dimana kreativitas rendah karena perusahaan ini harus mengikuti peraturan dari
pemberi franchising (franchisor) sedangkan berdasarkan kewirausahaan konsep
franchising merupakan konsep usaha yang baik.
- Kategori 3
Perusahaan dengan kreativitas tinggi dan tinggi dalam
penggunaan konsep kewirausahaan seperti Perusahaan Film dimana memerlukan kreativitas
tinggi dalam menciptakan film-film bermutu dan diterima masyarakat. Mereka
mengembangkan berbagai jenis film dengan berbagai lapisan penonton atau
melakukan diversifikasi produk sesuai konsep kewirausahaan.
- Kategori 4
Perusahaan yang tidak menggunakan kreativitas dan
kewirausahaan dalam melaksanakan kegiatannya seperti pada birokrasi pemerintah
(bersifat birokrasi penuh) yang hanya menjalankan kegiatannya berdasarkan masa
lalu saja.
10. SUMBER PENEMUAN IDE-IDE BARU
Sumber ide biasanya berkaitan dengan
hal-hal atau kegiatan yang menyangkut organisasi atau lembaga yang ada
hubungannya dengan bisnis, seperti :
·
Konsumen
Dengan
memperhatikan potensial konsumen terutama needs dan wants mereka
maka dapat menimbulkan ide-ide usaha baik untuk produk baru ataupun perbaikan
dari produk yang sudah ada.
·
Perusahaan yang sudah ada
Terkadang
dari produk yang sudah ada di pasar belum memenuhi tingkat kebutuhan konsumen
sehingga diperlukan perbaikan produk ataupun pengembangan produk tersebut.
·
Saluran Distribusi
Pendistribusian
yang tidak merata atau tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen dapat menimbulkan
ide-ide usaha untuk menyempurnakan produk ataupun menciptakan produk baru.
·
Pemerintah
Ada
dua cara sumber pengembangan ide dari pemerintah yaitu pertama, melalui dokumen
hak-hak paten yang memungkinkan pengembangan sejumlah produk baru. Kedua,
melalui pengaturan pemerintah kepada dunia bisnis yang bisa memungkinkan
munculnya gagasan produk baru. Misalnya adalah peraturan pemerintah mengenai
kebersihan udara melalui pengurangan emisi gas buang kendaraan memungkinkan
munculnya usaha-usaha produk pengurang emisi seperti bahan bakar tanpa timbal
dan produk catalitic converter (penyaring gas buang) kendaraan.
·
Penelitian dan Pengembangan
Melalui
penelitian dan pengembangan memungkinkan timbulnya gagasan produk baru atau perbaikan
dari produk yang sudah ada.