Untag Sby

Selasa, 28 April 2015


Kewirausahaan dalam bidang IT

Kemajuan teknologi pada dasamya  merupakan hasil pemìkìran kreatìf dan kerja keras dalam mengatasi berbagai tantangan selama proses pengembangannya dan seringkali memerlukan waktu yang panjang. Kemajuan teknologi sangat ditentukan oleh keberhasilan penemuan-penemuan baru (scientlfìc discovery and ìnvemion) dan kapasitas/kemampuan untuk melakukan alih ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat menjadì ìnovasi-inovasi praktis dari sumber-sumber iptek (misalnya perguruan tinggi dan lembaga­-lembaga litbang swasta maupun pemerintah) kepada produsen teknologi dan pengguna akhir (end users). teknologi secara langsung mempengaruhi proses bisnis dan proses untuk dapat menghasil sesuatu yang memiliki nilai tambah. Oleh karena itu, terdapat istilah Techno-entrepreneurship yang telah berkembang beberapa tahun belakang ini.

Techno-entrepreneurship adalah segala jenis kegiatan entrepreneurship dan intrapreneurial yang ada dan mulai timbul beroperasi di lingkungan teknologi. Techno-entrepreneurship adalah sebuah konsep yang luas dan melibatkan banyak hal dan bukan hanya Inovasi Teknologi. Techno-entrepreneur adalah orang yang mengatur, mengelola, dan mengasumsikan risiko suatu perusahaan bisnis berbasis teknologi.  Techno-entrepreneurship erat kaitannya dengan teknologi yang berkembang pesat. Techno entreprenuer bertujuan melakukan komersialisasi atas beragam penemuan teknologi agar bisa dimanfaatkan banyak kalangan.Techno-entrepreneurship berhubungan dengan sosial-entrepreneurship yang menempatkan konsep teknologi dan manajemen teknologi dalam perspektif dan penawaran dengan strategi untuk mengelola inovasi. Ini termasuk cara membuat inovasi produk dan memahami prosesnya.

Di dunia bisnis techno-entrepreneurship bertujuan untuk mengembangkan dan mengelola teknologi canggih dan inovasi untuk mendapatkan keunggulan kompetitif perusahaan nasional dan internasional, untuk mengembangkan manajer dengan keterampilan kewirausahaan dinamis dan visi yang akan membentuk masa depan. Menempatkan konsep teknologi dan manajemen teknologi dalam perspektif dan penawaran dengan strategi untuk mengelola inovasi. Techno-enterpreneur meliputi Manajemen Teknologi dan Inovasi, Manajemen dan Akuntansi Biaya, Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Analisis Ekonomi. Organisasi bisnis terpecah antara layanan bisnis yang efektif bagi konsumen dan profitabilitas organisasi. Hal ini relevan dalam pandangan dari kebutuhan untuk menyusun strategi operasi mereka dalam pasar bisnis yang kompetitif, terutama untuk perusahaan-perusahaan swasta. Pemahaman yang komprehensif tentang manajemen keuangan yang berkaitan dengan strategi keseluruhan organisasi bisnis. Antara lain, ini melibatkan identifikasi keputusan keuangan, evaluasi masalah dan berasal efektif bergerak keuangan strategis.

Di Indonesia techno-entrepreneurship berhubungan dengan Sistem Inovasi Nasional (SIN), yaitu suatu pengaturan kelembagaan yang secara sistemik dan berjangka panjang dapat mendorong, mendukung, menyebarkan dan menerapkan inovasi-inovasi di berbagai sektor, dan dalam skala nasional.

Sementara secara ringkas, sistem inovasi diartikan sebagai jaringan berbagai elemen atau pelaku yang interaksi bersamanya mendorong modifikasi dan pemakaian teknologi-teknologi baru secara bermanfaat bagi ekonomi negara. Kiranya jelas bahwa hubungan kerjasama atau kemitraan antara berbagai pihak yang terlibat merupakan syarat yang perlu didalami demi penguatan sistem inovasi yang ditujukan pada peningkatan daya saing. Dalam tahap penelitian, pemerintah sejak tahun 1990-an telah mengembankan program RUT (Riset unggulan Terpadu), kemudian disusul dengan RUK (Riset Unggulan Kemitraan). Kedua program ini menyediadakan dana APBN untuk program-progran penelitian lintas institusi dan kemudiaan didalam program RUK diadakan kerjasama dengan swasta. Memasuki pematangan suatu hasil penelitian, yang biasanya dilakukan didalam inkubator, diperukan sumber dana lain yang sering dinamakan seed capital. Dari hasil inilah akan lahir pengusaha dan perusahaan baru berbasis iptek atau techno-entrepreneur. Start-up company (sebutan kepada perusahaan yang baru ini) berbasis iptek, biasanya dimotori hanya oleh perorangan atau kelompok yang berhasil melakukan penelitian dan pengembangan produk atau proses tertentu, yang sudah matang untuk dikomersialisasikan. Mereka tidak memiliki aset yang dapat dijadikan kolateral untuk mendapatkan kredit perbankan. Sebab itu diperlukan dana yang ikut dalam usaha baru ini. Usaha yang berisiko tinggi, tapi juga bisa menjadi leader dalam bidangnya. Dana atau modal semacam ini biasanya disediakan oleh Venture Capital (Modal Ventura). Ditahun 1970-an pemerintah telah memulai usaha ini dengan PT Bahana. Disusul kemudian hampir disemua daerah dibentuk Modal Ventura Daerah dan kemudian PNM. Sayangnya dalam prakteknya, perusahaan-perusahaan tersebut tidak bertindak sebagai modal ventura seperti yang diharapkan, melainkan memberikan pinjaman dengan pengembalian melalui bagi hasil, dan ikut dalam manajemen perusahaan baru tersebut. Sehingga dalam perkembangannya perusahaan modal ventura tersebut tidak dapat diandalkan untuk membantu start up company berbasis iptek.


Sumber:
http://en.wiktionary.org/wiki/technoentrepreneurship

http://www.ibs.utm.my/programmes/mba/techno-entrepreneurship.html#it-project-management

http://www.bppt.go.id/index.php/component/content/article/63-kebijakan-teknologi/648-penguatan-sistem-inovasi-untuk-meningkatkan-daya-saing-daerah

http://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/9055984/HPBulsara-TBI-APJIE.pdf?AWSAccessKeyId=AKIAIR6FSIMDFXPEERSA&Expires=1355238660&Signature=YwpGrl2uhsQGnMOvAmY0v0JXGLQ%3D

http://www.ciputraentrepreneurship.com/bina-usaha/49-rencana-bisnis/583-entrepreur-harus-banyak-akal.html

http://www.leapidea.com/presentation?id=130

https://yaudahlahh.wordpress.com/2012/12/12/techno-entrepreneurship/





Tidak ada komentar:

Posting Komentar