Untag Sby

Selasa, 07 April 2015

Pengaruh sebuah Pengetahuan, Skill dan Attitude terhadap Usaha

Kewirausahaan (entrepreneurship) telah lama didiskusikan, diteliti, dan juga dirasakan manfaatnya. Cantillon pada tahun 1755 menyatakan bahwa sirkulasi barang/jasa dilakukan oleh para wirausaha atau ’entrepreneurs’ . Peran dari para “entrepreneur”juga telah dapat dirasakan manfaatnya di negara maju seperti United State of America (USA). Koratko dan Hodgetts  menyatakan bahwa “the US Success has at least three entrepreneurial components (l) large firms (2) new entreprenuerial companies have been blossoming and (3) smaller firms have been founded, including many established by women, minorities, and immigrants”.

Rancangan penelitian akan diaplikasikan sektor industri kecil dan menengah (IKM) yang mempunyai lingkungan yang dinamis penuh ketidak pastian (seperti pesaing, pelanggan, supplier, regulator dan asosiasi usaha), dan intensitas persaingan yang tinggi (seperti price, product, technology, distribution, manpower, dan raw material-lihat pada Hashim, Wafa and Sulaiman, 2001) serta membutuhkan kemampuan manajemen yang baik, yaitu pada usaha IKM Bordir di Jawa Timur. Dampak dari orientasi kewirausahaan terhadap “venture growth”(Growth of Sales and Profit) telah diteliti oleh Lee dan Tsang (2001 hal 599) di mana orientasi kewirausan terdiri atas unsur (1) need for achievement(2) internal locus of control (3) self-reliance dan (4) extroversion. Steward et al(2003) juga meneliti aspek kewirausahaan dengan unsur (1) achievement (2) innovation dan (3) risk terhadap goal orientation dengan membandingkan antara sikap wirausaha di USA dibandingkan dengan di sikap wirausaha di Rusia. Demikian pulaVitale, Giglierano dan Miles menguji pengaruh orientasi kewirausahaan yang terdiri atas unsur (1) innovating, (2) acting roactively dan (3) managing risk terhadap performance atau growth.

Jumlah ‘small business owner–manager’ di Indonesia yang sangat besar jumlah, walaupun hampir separuhnya bekerja dis ektor informal juga menjadi salah satu alasan mengapa dilakukan penelitian ini. Sethuraman melaporkan bahwa besarnya proporsi orang yang bekerja disektor informal (yang meliputi self-employed dan self-employed assisted temporarily by family) di Indonesia adalah:

a. 49.24% disub sektor perdagangan (trade & restourant).
b. 18.66%, di subsektor pengolahan dan penggalian (mining& quarrying).
c. 4.36% di sub sektor bangunan (construction).
d. 5.36% di sub sektor transportasi dan komunikasi,
    serta
e. 18.52% di sub sektor pelayanan masyarakat (public service) dari total pekerja yang 
    bekerja pada masing masing sub-sektor. 

Kemampuan Manajemen 
Walaupun para peneliti memiliki pemikiran yang berbeda di dalam menetapkan berbagai atribut dari efektivitas managerial, tetapi pada dasarnya terdapat 3 komponen penting, yaitu perilaku yang sesuai, motivasi dan kemampuan (skill). Pada penelitian ini lebih dikhususkan pada kemampuan manajemen. Dalam penelitian ini kemampuan manajemen diukur dengan menggunakan 10 indikator, yang digunakan dalam penelitian Latif, yaitu:

  1. Komunikasi verbal (verbal communication)
  2. Mengatur waktu dan tekanan (managing time and stress)
  3. Mengatur keputusan individu (managing indi-vidual decisions)
  4. Mengenali, menetapkan dan memecahkan per-masalahan (recognizing, defining, and 
      solving problems)
  5. Memotivasi dan mempengaruhi orang lain (motivating and influencing others)
  6. Pendelegasian (delegating)
  7. Menentukan tujuan dan mengartikulasikan visi (setting goals and articulating a vision)
  8. Kesadaran diri (self-awareness)
  9. Membangun tim (team building)
10. Mengatur konflik (managing conflict)

Setiap usaha atau perusahan baik kecil atau berskala besar dalam pengelolaannya untuk mencapai hasil yang efektif dan efisien penerapan prinsip-prinsip manajemen rsangat diperlukan, peranan pimpinan atau pemilik usaha untuk memahami dan mampu menjalankan fungsi-fungsi utama manajemen menjadi hal yang utama bagi keberhasilan usaha dimasa mendatang. 

Strategi Bisnis
Para ahli perencana strategi percaya bahwa filosofi umum yang menggambarkan bisnis atau usaha perusahaan tercermin pada missi yang harus dapat diterjemahkan pada pernyataan dalam strategi bisnis yang ditetapkan. Perencanaan strategi bahwa strategi jangka panjang diturunkan dari usaha perusahaan untuk mencari dasar keunggulan bersaing dari strategi generi (Pearch II dan Robinson, 2007) yaitu:

1. Mengejar untuk mencapai biaya rendah (overall Cost Leadership) dalam industri. untuk pengendalian biaya dalam overal cost leadership dilakukan efesiensi biaya yang dapat diperoleh dari memiliki karyawan yang ber-pengalaman, pengendalian biaya everhead, meminimalkan biaya penelitian dan pengem-bangan, service, wiraniaga, periklanan dan lain sebagainya.
2. Mengejar untuk mencaiptakan produk yang unik untuk pelanggan yang bervariasi atau differensiasi (differentiation). Differensiasi dapat dilakukan melalui dimensi citra rancangan atau merk, teknologi yang digunakan, karakteristik khusus, service pada pelanggan dan punya distribusi yang lebih baik. Keunggulan dalam menggunakan differensiasi selain laba di atas rata-rata adalah kepekaan konsumen terhadap harga kurang, produk-produk differensiasi menciptakan hambatan masuk yang tinggi dan posisi terhadap produk pengganti juga tinggi.
3. Mengejar untuk melayani permintaan khusus pada satu atau beberapa kelompok konsumen atau industri. Memfokuskan (focusting) pada biaya atau diferensiasi. 

Strategi focus didasarkan pada usaha memenuhi kebutuhan khususnya dari pelanggan, dengan lini produk yang sedikit. Semua itu untuk menghindar dari produk konsumen yang rawan terhadap perang iklan dan introduksi produk baru yang pesat. 

Ketiga strategi bisnis di atas disebut juga dengan strategi generic yang dikembangkan oleh Porter yang digunakan untuk menghadapi 5 (lima) kekuatan yang mempengaruhi industri.

Kinerja
Kinerja adalah merujuk pada tingkat pencapaian atau prestasi dari perusahaan dalam periode waktu tertentu. Kinerja sebuah perusahaan adalah hal yang sangat menentukan dalam perkembangan perusahaan. Tujuan perusahaan yang terdiri dari: tetap berdiri atau eksis (survive), untuk memperoleh laba (benefit) dan dapat berkembang (growth), dapat tercapai apabila perusahaan tersebut mempunyai performa yang baik. Kinerja (performa) perusahaan dapat dilihat dari tingkat penjualan, tingkat keuntungan, pengembalian modal, tingkat turn over dan pangsa pasar yang diraihnya  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar