Untag Sby

Selasa, 28 April 2015

Wirausahawan dan Konsep 5D

1.      DEFINISI WIRAUSAHA DAN KEWIRAUSAHAAN

Wirausaha adalah orang yang mengambil resiko dengan jalan membeli barang sekarang dan menjual kemudian dengan harga yang tidak pasti (Cantillon).

Wirausaha adalah orang yang memindahkan sumber-sumber ekonomi dari daerah dengan produktivitas rendah ke daerah dengan produktivitas dan hasil lebih tinggi (J.B Say).
Wirausaha adalah orang yang menciptakan cara baru dalam mengorga-nisasikan proses produksi (Schumpeter).

Tugas Wirausaha adalah melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda, bukan hanya sekadar dengan cara yang lebih baik.

2.      KARAKTERISTIK PRIBADI WIRAUSAHA

David McCleland mengindikasikan ada korelasi positif antara tingkah laku orang yang memiliki motif prestasi tinggi dengan tingkah laku wirausaha.

Karakteristik orang-orang yang mempunyai motif prestasi tinggi adalah:

·         Memilih resiko “moderate”. Dalam tindakannya dia memilih melaku-kan sesuatu yang ada tantangannya, namun dengan cukup kemung-kinan untuk berhasil.
·         Mengambil tanggung jawab pribadi atas perbuatan-perbuatannya. Artinya kecil sekali kecenderungan untuk mencari “kambing hitam” atas kegagalan atau kesalahan yang dilakukannya.
·         Mencari umpan balik (feed back) tentang perbuatan-perbuatannya.
·         Berusaha melakukan sesuatu dengan cara-cara baru.

Upaya untuk mengungkapkan karakteristik utama wirausaha juga dila-kukan oleh para ahli dengan menggunakan teori letak kendali (locus of control) yang dikemukakan oleh J.B. Rotter. Teori letak kendali menggam-barkan bagaimana meletakkan sebab dari suatu kejadian dalam hidup-nya. Apakah sebab kejadian tersebut oleh faktor dalam dirinya dan dalam lingkup kendalinya atau faktor diluar kendalinya.

Dua kategori letak kendali menurut Rotter yaitu:
·         Internal
Orang yang beranggapan bahwa dirinya mempunyai kendali atas apa yang akan dicapainya. Karakteristik ini sejalan dengan karakteristik wirausaha seperti lebih cepat mau menerima pembaharuan (inovasi).
·         Eksternal
Orang yang beranggapan keberhasilan tidak semata tergantung pada usaha seseorang, melainkan juga oleh keberuntungan, nasib, atau keter-gantungan pada pihak lain, karena adanya kekuatan besar disekeliling seseorang.

Management Systems International menyebutkan karakteristik pribadi wirausaha (personal entrepreneurial characteristics) sebagai berikut:
  • Mencari peluang
  • Keuletan
  • Tanggungjawab terhadap pekerjaan
  • Tuntutan atas kualitas dan efisiensi
  • Pengambilan resiko
  • Menetapkan sasaran
  • Mencari informasi
  • Perencanaan yang sistematis dan pengawasannya
  • Persuasi dan jejaring/koneksi
  • Percaya diri

3.      PERAN WIRAUSAHA BAGI LINGKUNGANNYA

  • Inovator
  • Mengambil dan memperhitungkan resiko
  • Mencari peluang dan memanfaatkannya
  • Menciptakan organisasi baru

4.      MITOS DALAM KEWIRAUSAHAAN

·         Wirausaha adalah pengambil resiko besar.
·         Wirausaha adalah pemilik usaha, bukan pegawai.
·         Inovasi hanya di perusahaan kecil.
·         Inovasi adalah gagasan besar.
·         Wirausaha adalah pencetus gagasan saja.
·         Wirausaha menyediakan sarananya termasuk modal sendiri.
·         Inovasi datang mencuat bagai kilat dari seorang genius.
·         Wirausaha dilahirkan dan kewirausahaan tidak dapat dilatihkan.

5.      MOTIVASI BERWIRAUSAHA

a)      N’Ach,

Wirausaha yang memiliki motivasi selalu ingin berprestasi/ meraih yang terbaik, umumnya memiliki ciri-ciri :
  • Ingin mengatasi sendiri kesulitan-kesuliatan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
  • Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk dapat mengukur keberhasilan atau kegagalan
  • Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi
  • Berani menghadapi resiko dengan penuh tantangan
  • Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang.

b)      N’Pow

Hasrat untuk mempengaruhi, mengendalikan dan menguasai oranglain. Ciri umumnya adalah :
  • Senang bersaing
  • Berorientasi pada status
  • Menguasai orang lain.

c)      N’Aff

Hasrat untuk dapat diterima dan disukai oleh orang lain. Wirausaha yang berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan, bekerjasama daripada persaingan dan saling pengertian.

6.      HASRAT BERWIRAUSAHA

Mengapa orang berhasrat untuk berwirausaha ?
(Steinhoff & Burgess (1993:6)
  • The desire for higher income
  • The desire for a more satisfying career
  • The desire to be self directed
  • The desire for the prestige that comes to being a business owner
  • The desire to run with a new idea or concept
  • The desire to build long term wealth
  • The desire to make a contribution to humanity or to a specific cause

Menurut Wirasasmita (1994), orang berhasrat untuk berwirausaha karena :

·         Alasan Keuangan, yaitu mencari nafkah, untuk menjadi kaya, untuk mencari pendapatan tambahan, sebagai jaminan stabilitas keuangan.
·         Alasan Sosial, yaitu memperoleh gengsi/status, untuk dapat dikenal dan dihormati, utnuk menjadi panutan, agar dapat bertemu dengan orang banyak.
·         Alasan Pelayanan, yaitu memberi pekerjaan kepada masyarakat, membantu anak yatim, membahagiakan orang tua, demi masa depan keluarga
·         Alasan pemenuhan diri, yaitu menjadi atasan/ mandiri, untuk mencapai sesuatu yang diinginkan, untuk menghindari ketergantungan pada orang lain, untuk menjadi produktif dan untuk menggunakan kemampuan pribadi

7.      INOVASI

Inovasi dipengaruhi oleh ;

       I.            Faktor Internal  seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman.
    II.            Faktor ekternal/lingkungan seperti model peran, aktivitas, peluang,organisasi, keluarga 

            -Strategi Menciptakan Inovasi sbb:

  • Menciptakan manfaat
  • Meningkatkan nilai inovasi
  • Beradaptasi dengan lingkungan sosial ekonomi pelanggan
  • Menyajikan apa yang dianggap bernilai dari pelanggan

-Konsep 3M (A.Gym)

·         Mulai dari yang kecil
·         Mulai dari diri sendiri
·         Mulai saat ini juga
  
-Konsep 5D (Robert T.Kiyosaki)

  • Dream
  • Data
  • Drive
  • Dedication
  • Do-It
  • +    Doa dan Tawakal

Kenapa usaha kecil sering gagal?
Kesalahan dalam :

  • Pengelolaan uang
  • Pengelolaan usaha dan manajemen
  • Kompetensi
  • Kredit perbankan
  • Membidik pasar
  • Administrasi usaha dan hokum
       - rahasia menjadi enterprener

  • Berani mengambil resiko terbesar
  • Meminimumkan mimpi-mimpi besar
  • Hargai pelanggan lebih tinggi
  • Pelihara anak buah anda
  • Dalam kondisi susah, mampu bertahan
  • Percaya pada diri sendiri
  • Punya gairah dan semangat untuk maju

8.      ATRIBUT KRETIVITAS

Karakteristik orang yang kreatif terdiri dari beberapa atribut seperti:

·         Terbuka  dengan pengalaman.
·         Observasi – melihat sesuatu hal dengan sudut pandang lain.
·         Memiliki rasa penasaran tinggi.
·         Mau menerima dan mempertimbangkan pendapat berbeda.
·         Indepen dalam mengambil keputusan, pikiran dan tindakan.
·         Percaya diri.
·         Mau mengambil resiko terhitung.
·         Sensitif terhadap masalah.
·         Fleksibel
·         Responsif pada pemikiran.
·         Motivasi tinggi.
·         Kemampuan untuk konsentrasi.
·         Selektif
·         Bebas dari rasa takut dan gagal.
·         Memiliki daya pikir imajinasi yang baik.

9.      HUBUNGAN KREATIVITAS DENGAN KEWIRAUSAHAAN

Hubungan kreativitas dengan kewirausahaan sangat erat dan terka-dang overlap walaupun tidak sama diantara keduanya
Hubungan antara kreativitas dengan kewirausahaan dibedakan atas 4 kategori:

  • Kategori 1
Perusahaan dengan kreativitas tinggi tetapi sedikit dalam penggunaan konsep kewirausahaan seperti Manajemen artis yang harus menam-pilkan artis berbeda dengan sebelumnya dalam beberapa hal seperti penampilan tetapi hanya bergerak dalam bidang hiburan dimana artis tersebut terlibat.

  • Kategori 2
Perusahaan dengan kreativitas rendah tetapi memakai banyak konsep kewirausahaan yaitu perusahaan franchising fast food seperti Mc-Donald’s dimana kreativitas rendah karena perusahaan ini harus mengikuti peraturan dari pemberi franchising (franchisor) sedangkan berdasarkan kewirausahaan konsep franchising merupakan konsep usaha yang baik.

  • Kategori 3
Perusahaan dengan kreativitas tinggi dan tinggi dalam penggunaan konsep kewirausahaan seperti Perusahaan Film dimana memerlukan kreativitas tinggi dalam menciptakan film-film bermutu dan diterima masyarakat. Mereka mengembangkan berbagai jenis film dengan berbagai lapisan penonton  atau melakukan diversifikasi produk sesuai konsep kewirausahaan.

  • Kategori 4
Perusahaan yang tidak menggunakan kreativitas dan kewirausahaan dalam melaksanakan kegiatannya seperti pada birokrasi pemerintah (bersifat birokrasi penuh) yang hanya menjalankan kegiatannya berdasarkan masa lalu saja.

10.  SUMBER PENEMUAN IDE-IDE BARU

Sumber ide biasanya berkaitan dengan hal-hal atau kegiatan yang menyangkut organisasi atau lembaga yang ada hubungannya dengan bisnis, seperti :

·         Konsumen
Dengan memperhatikan potensial konsumen terutama needs dan wants mereka maka dapat menimbulkan ide-ide usaha baik untuk produk baru ataupun perbaikan dari produk yang sudah ada.
·         Perusahaan yang sudah ada
Terkadang dari produk yang sudah ada di pasar belum memenuhi tingkat kebutuhan konsumen sehingga diperlukan perbaikan produk ataupun pengembangan produk tersebut.
·         Saluran Distribusi
Pendistribusian yang tidak merata atau tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen dapat menimbulkan ide-ide usaha untuk menyempurnakan produk ataupun menciptakan produk baru.
·         Pemerintah
Ada dua cara sumber pengembangan ide dari pemerintah yaitu pertama, melalui dokumen hak-hak paten yang memungkinkan pengembangan sejumlah produk baru. Kedua, melalui pengaturan pemerintah kepada dunia bisnis yang bisa memungkinkan munculnya gagasan produk baru. Misalnya adalah peraturan pemerintah mengenai kebersihan udara melalui pengurangan emisi gas buang kendaraan memungkinkan munculnya usaha-usaha produk pengurang emisi seperti bahan bakar tanpa timbal dan produk catalitic converter (penyaring gas buang) kendaraan.
·         Penelitian dan Pengembangan
Melalui penelitian dan pengembangan memungkinkan timbulnya gagasan produk baru atau perbaikan dari produk yang sudah ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar